
Dan akhirnya … sebuah salam dari masa lalu untuk masa depan .


Ada sebuah cerita usai acara wisuda kami .Yang membuatku semakin menyayangi mereka berdua .
Jadi , hari itu Virgin pacar Carlo tidak hadir saat wisuda karena harus dirawat di rumah sakit . Sebagai sahabat kami pun segera menjenguk Virgin usai wisuda ke rumah sakit . Membawakan ijazah dan tanda kelulusan untuk Virgin . Kami datang ke rumah sakit dengan masih mengenakan kebaya dan jas wisuda . Seisi rumah sakit menatap kami dengan heran saat kami berjalan ,aku sempat berkelakar bahwa aku tampak seperti pengantin yang kabur dari resepsi . Kami terus bercanda sepanjang koridor . Bahkan sampai di dalam kamar Virgin . Terakhir yang kuingat , aku berebut remote dengan Rivo karena aku ingin menonton Dong Yi sementara Rivo membenci drama tersebut .Aku menang , tapi Rivo membalas dengan menyembunyikan anting ku diam diam .


Mimi dan PIpi . Pasangan Legendaris kelas IPA

Setiap sebulan sekali kami pasti mengadakan acara makan makan di kelas . Setiap anak diwajibkan membawa hasil masakan ibu masing masing . Kalau aku … bawa masakan sendiri .

Foto ini diambil ketika sedang menunggu giliran untuk ujian praktek fisika . Semuanya sedang sibuk menekuni LKS dan materi ujian . Sementara buku besar dan tebal yang sedang kubaca itu adalah sebuah novel fantasi . Ya , aku membaca novel alih alih belajar di tengah tengah ujian praktek .Namun hasil ujiannya not bad kok . Sama saja dengan anak anak yang belajar lainnya .


StudyTour Malang , pertama kali menunjukkan “Wajah Asli “

Septi dan hamparan sawah Tumpak yang selalu ngangenin
Sedikit berjalan mundur ke belakang . Kali ini saya pengen mengenang masa masa SMA dulu . Yah .. katakanlah selagi saya masih punya waktu dan hati untuk mengenangnya .
Awal masuk SMA , Saya memutuskan untuk menggunakan topeng . Pada waktu SD dan SMP saya terkenal sebagai anak yang kasar dan sangat tidak perempuan . Suka bicara tanpa dipikir dan bla bla bla …. Ditambah lagi saya memiliki ” Wajah Sadis “
Hingga masa SD dan SMP pun saya lalui dengan dibully oleh teman teman saya . Mereka sering sekai salah mengartikan sikap saya .Setiap kali saya punya niat baik , pasti mereka sudah salah paham duluan . Dan entah bagaimana awalnya tiba tiba saja haters saya sudah bertebaran dimana mana .
Bahkan , pada waktu SMP pun guru guru selalu salah paham pada saya . Hampir semua guru mengincar saya , mencari cari apakah seorang ” Rizky ” akan melakukan kesalahan . Dan yang paling teringat di benak saya adalah ketika saya SMP kelas 11 dan saya dipanggil oleh guru BK untuk mengikuti seminar ” Pergaulan Bebas dan Akibat Kenakalan Remaja ” bersama sejumlah anak bermasalah lainnya .
Beliau berucap , ” Kamu harus ikut seminar ini , biar minimal walaupun sudah melakukan kamu akan tau apa resikonya nanti “
.What the hell ? pikirku .
Nah didasari oleh faktor faktor tersebut , aku lantas memutuskan untuk mengenakan topeng waktu SMA . Berubah menjadi Rizky yang lemah lembut , rajin ,penyendiri ,halus budi , mata sayu , pokoknya sesuatu yang sangat bukan aku . ( Bahkan bukan Carolina )
Aku sukses mempertahankan topeng itu selama satu setengah tahun . Dan tidak punya teman siapapun kecuali satu orang . Septi Wahyu Kristiningsih . Sahabat perempuan satu satunya di SMA yang bisa menerimaku apa adanya . Pada awalnya Septi juga tertipu dengan topeng kaca ku . Septi bahkan terkejut saat aku berkata dengan nada tinggi atau mengucapkan kata kotor . ( Sesuatu yang kadang kulakukan saat aku kelepasan )
Septi adalah kawanku yang paling akrab . Aku bahkan kenal dengan anggota keluarganya dan sering menginap di rumahnya . Ibunya sering menanyakan kapan aku akan menginap lagi disana saat aku sedang tak berkunjung .
Sebuah keluarga hangat yang selalu kurindukan . Septi juga tempat ku mengadukan semua masalah
.
Tapi too bad topeng kaca yang kupertahankan selama satu setengah tahun mati matian akhirnya hancur berkeping keping saat aku mengenal Carlo … dan Rivo .
Aku nggak kembali ke diriku yang semula , tapi aku menjadi diriku sendiri . Untuk pertama kalinya , aku merasa diterima dalam sebuah komunitas setelah bertahun tahun jadi korban bullying di sekolah . Semenjak mengenal mereka , aku perlahan lahan bisa berbaur dengan yang lain .
Seumur hidup , aku nggak akan pernah lupa hari dimana Ryan tiba tiba duduk sebangku denganku .
Kukira , sampai lulus aku tak akan pernah punya teman sebangku .
Ryan adalah teman sebangku terlama yang kumiliki . Satu setengah tahun . Dan melalui Ryan , pikiranku mulai terbuka pelan pelan . Dan lantas aku mengenal Rivo , lalu Carlo .
Kami mulai sering sekelompok saat mengerjakan tugas . Kelompok biologi , kelompok kesenian , sampai acara belajar bersama di rumah Virgin yang kala itu menjadi pacar Carlo yang lebih mengarah kepada acara nongkrong menghabiskan malam bersama .
Aku masih ingat ketika magrib sepulang sekolah tanpa mengganti seragam Rivo mengantarku berkeliling mencari rumah pak Teguh untuk mengumpulkan tugas Bahasa Indonesia .
Setelah itupun kami masih mampir di rumah Virgin untuk mengerjakan tugas berikutnya sampai lewat tengah malam .
Momen itu , momen momen ketika Carlo memainkan gitar dan aku bernyanyi sementara Virgin dan Rivo menjadi penonton kami adalah momen kecil yang tak terlupakan .
Dua lagu yang sering kami mainkan , ” Guardian Angel ” dan ” I dont wanna miss a thing “
“I dont love You ” dan ” Cancer ” . Rumah tua virgin , Mie Ayam dekat rumah Virgin , Pohon besar di depan rumah Virgin , bahkan gerimis dan dinginnya kota Mojokerto masih bisa aku rasakan .