Yang terlihat , yang disimpulkan , dan yang sebenarnya terjadi

Hari ini adalah hari kedua off day saya . Karena lapar saya memutuskan untuk jalan jalan cari makan di sekitar pasar Sudimampir yang menjual makanan murah meriah untuk anak kos seperti saya .
Saat akan berbalik untuk pulang , tiba tiba saya dikejutkan oleh suara jeritan yang melengking dari seberang kios tempat saya berdiri . Karena penasaran saya pun memutuskan untuk melihat ada apa .

Di seberang sudah berkerumun orang orang yang mengerubungi seorang wanita seusia mama saya yang sedang kelojotan di aspal yang panas sambil mengerang erang . Awalnya saya kira dia mengalami kecelakaan , tapi bapak bapak di sebelah saya memberitahu kalau si ibu itu sedang kesurupan .
Orang orang di sekitar kami sibuk memegangi tangan dan kaki si ibu yang menjerit jerit itu . Beberapa membacakan surat surat untuk mengusir iblis dalam tubuh si ibu .

Saya terpaku sejenak sambil terus memperhatikan si ibu yang “kesurupan” itu .
Di mata saya , ibu itu sama sekali tidak tampak seperti kerasukan .
Menurut saya , si ibu saat itu pastilah sedang mengalami tekanan batin yang begitu berat hingga ia tak sanggup menahan dan akhirnya … BUM ! Meledaklah semua tekanan batin yang menumpuk itu dalam bentuk histeria berlebihan yang didefinisikan orang orang sebagai kesurupan .
Saya seperti patung di tengah keramaian dan terik matahari yang menyengat memperhatikan ibu itu masih menjerit dan mengerang di aspal .
Melihat ibu itu , saya seperti berkaca . Saya melihat diri saya dalam ibu itu .
Saya pun pernah mengalami apa yang dialami ibu tersebut .
Yang membedakan adalah , orang orang di sekitar kami .
Pada saat saya mengalami histeria sambil kejang kejang tersebut , orang orang yang berada di sekitar saya adalah orang orang yang memiliki logika tinggi . Sehingga mereka membawa saya ke rumah sakit dan dokter memberikan diagnosis dan memberikan suntikan penenang .
Sementara si ibu hanya menjadi tontonan , dan diangkut ke bajaj , dibacakan doa lalu diberi minum .
Pada akhirnya kami memang sama sama berangsur tenang .
Tapi tak satupun dari penanganan yang kami terima benar benar tepat .
Tak satupun yang dapat meredakan tekanan batin yang saya dan ibu itu alami .
Karena tidak satupun dari orang yang menangani kami , paham akan apa yang sebenarnya terjadi .
Dan rasa sakit yang kami alami pun ., pelan pelan merongrong lagi .

#Curhat

Sore ini aku bertelepon dengan Rivo.  Kami terlibat pembicaraan yang mengasyikan,  sampai Rivo membuat kesimpulan

“di

sana kamu mungkin punya pekerjaan dan penghasilan yang bagus untuk ukuran angkatan kita.  Tapi baik hati dan pikiranmu sama sekali tidak bahagia kan?  “
Aku terdiam.  Khawatir,  ucapan Rivo tepat mengenai sasaran.

Diproteksi: #Curhat

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:

#Epilog

Dan disinilah kita . Di sebuah restoran kecil yang terletak di jantung kota .
Kau menyantap sepotong daging terakhir di piringmu dan menatapku .
Hasratku menggebu gebu untuk menyentuh sepiring cordon bleu di hadapanku , sampai lima menit yang lalu . Hingga pertanyaan itu terlontar dari mulutmu .
” Aku .. ” , kau langsung mendongakkan kepalamu begitu aku buka suara .
” Aku langsung menyetujui permintaanmu untuk memutuskan hubungan denganku , dua tahun yang lalu . Bukan karena aku tak memiliki cinta untukmu , atau aku meremehkan hubungan kita . Sebaliknya , kau adalah berkah yang diberikan oleh Tuhan ditengah tengah hidupku yang membosankan . Cintaku padamu dulu begitu besar ,Bahkan kaupun tak akan sanggup membayangkannya .
Alasanku mengiyakan permintaanmu untuk putus , adalah karena aku sangat mencintaimu hingga tak ingin membuatmu menderita dengan terus mempertahankan hubungan ini .
Kau tak pernah tahu betapa kala itu , aku sungguh ingin menghiba padamu untuk tak meninggalkan aku . Tapi aku tahu , bahwa bahkan jika kau setuju untuk tak meninggalkanku , itu hanyalah sebuah bom waktu yang akan menimbulkan ledakan lebih besar lagi nantinya .
Kau tak pernah tahu betapa hancurnya hatiku saat rencana kita untuk bertemu yang sudah kita rancang dari jauh jauh hari ternyata gagal . Dan betapa inginnya aku terbang ke kotamu saat kau bilang menginginkanku sebagai hadiah ulang tahunmu .
Jika kau menganggap bahwa aku tak pernah berjuang untuk mempertahankan hubungan kita , maka kau adalah lelaki yang buta sama sekali tentang arti cinta .
Ini , adalah apa yang kusebut dengan cinta . Ketika aku harus mengorbankan perasaanku sendiri dengan membiarkanmu bahagia . Tanpa aku .
Namun , aku tak pernah menyesal . Karena aku tahu bahwa rencana Tuhan lebih indah . Ia tak akan membawaku sejauh ini hanya untuk meninggalkanku di tengah cerita bukan ?
Kau , adalah lelaki pertama yang membuatku mengerti arti cinta yang tulus di usiaku yang belia .
Kau , adalah lelaki yang telah mengubahku menjadi pribadi yang lebih baik .
Kau adalah lelaki yang telah mengajarkanku segalanya , meski kontak kita hanya sebatas ponsel .
Kau , adalah lelaki yang pernah kucintai dengan segenap hati .
Namun kini , cinta itu bukan milikmu lagi . Pengharapanku padamu telah lama musnah .
Dan aku … Minta maaf . Aku tak bisa kembali padamu untuk menyempurnakan hubungan kita yang dulu .
Aku tahu , bahwa cinta yang kumiliki sekarang adalah cinta yang tidak semestinya .
Namun aku tak mau membohongi diriku sendiri . Dan dirimu .
Dengan menjalankan apa yang kausebut ‘menyempurnakan hubungan kita ‘ ” ,
Aku lantas menatap sayu wajahmu , berharap kau akan mengerti . Agak lama kau terdiam , lantas kau mengusap lembut kepalaku
” Aku mengerti , Rose .. Aku mengenalmu dengan baik . Kau memiliki hati yang kuat , kebodohanku adalah menyiakanmu saat aku masih memegang hatimu . Kau tak perlu cemas , kita masih tetap berteman .
Aku akan selalu jadi sahabatmu .. ” , ujarmu lembut .
Akupun tersenyum lega . Segelas air dingin yang kini telah mengembun mengaliri kerongkonganku pelan pelan …

#Epilog

Kamu disana , 3 meja dari mejaku . Di sekelilingmu , berkerumun penggemar dan kawan kawanmu .
Aku disini , meneyruput kopi dengan sedikit kerlingan menggoda .
Dan kau mulai bangkit dari singgasanamu , menghampiriku .

Diproteksi: #Curhat

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:

Diproteksi: #Curhat

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:

#Time Machine ( Sedikit Berjalan Mundur )

Dan akhirnya ... sebuah salam dari masa lalu untuk masa depan .

Dan akhirnya … sebuah salam dari masa lalu untuk masa depan .

300520111413
Ada sebuah cerita usai acara wisuda kami .Yang membuatku semakin menyayangi mereka berdua . Jadi , hari itu Virgin pacar Carlo tidak hadir saat wisuda karena harus dirawat di rumah sakit . Sebagai sahabat kami pun segera menjenguk Virgin usai wisuda ke rumah sakit . Membawakan ijazah dan tanda kelulusan untuk Virgin . Kami datang ke rumah sakit dengan masih mengenakan kebaya dan jas wisuda . Seisi rumah sakit menatap kami dengan heran saat kami berjalan ,aku sempat berkelakar bahwa aku tampak seperti pengantin yang kabur dari resepsi . Kami terus bercanda sepanjang koridor . Bahkan sampai di dalam kamar Virgin . Terakhir yang kuingat , aku berebut remote dengan Rivo karena aku ingin menonton Dong Yi sementara Rivo membenci drama  tersebut .Aku menang , tapi Rivo membalas dengan menyembunyikan anting ku diam diam .

Ada sebuah cerita usai acara wisuda kami .Yang membuatku semakin menyayangi mereka berdua .
Jadi , hari itu Virgin pacar Carlo tidak hadir saat wisuda karena harus dirawat di rumah sakit . Sebagai sahabat kami pun segera menjenguk Virgin usai wisuda ke rumah sakit . Membawakan ijazah dan tanda kelulusan untuk Virgin . Kami datang ke rumah sakit dengan masih mengenakan kebaya dan jas wisuda . Seisi rumah sakit menatap kami dengan heran saat kami berjalan ,aku sempat berkelakar bahwa aku tampak seperti pengantin yang kabur dari resepsi . Kami terus bercanda sepanjang koridor . Bahkan sampai di dalam kamar Virgin . Terakhir yang kuingat , aku berebut remote dengan Rivo karena aku ingin menonton Dong Yi sementara Rivo membenci drama tersebut .Aku menang , tapi Rivo membalas dengan menyembunyikan anting ku diam diam .

300520111413

Mimi dan PIpi . Pasangan Legendaris kelas IPA

Mimi dan PIpi . Pasangan Legendaris kelas IPA

Setiap sebulan sekali kami pasti mengadakan acara makan makan di kelas . Setiap anak diwajibkan membawa hasil masakan ibu masing masing . Kalau aku ... bawa masakan sendiri .

Setiap sebulan sekali kami pasti mengadakan acara makan makan di kelas . Setiap anak diwajibkan membawa hasil masakan ibu masing masing . Kalau aku … bawa masakan sendiri .

Foto ini diambil ketika sedang menunggu giliran untuk ujian praktek fisika . Semuanya sedang sibuk menekuni LKS dan materi ujian . Sementara buku besar dan tebal yang sedang kubaca itu adalah sebuah novel fantasi . Ya , aku membaca novel alih alih belajar di tengah tengah ujian praktek .Namun hasil ujiannya not bad kok . Sama saja dengan anak anak yang belajar lainnya .

Foto ini diambil ketika sedang menunggu giliran untuk ujian praktek fisika . Semuanya sedang sibuk menekuni LKS dan materi ujian . Sementara buku besar dan tebal yang sedang kubaca itu adalah sebuah novel fantasi . Ya , aku membaca novel alih alih belajar di tengah tengah ujian praktek .Namun hasil ujiannya not bad kok . Sama saja dengan anak anak yang belajar lainnya .

30685_132437260105641_100000181021898_378262_5625370_n
StudyTour Malang , pertama kali menunjukkan "Wajah Asli "

StudyTour Malang , pertama kali menunjukkan “Wajah Asli “

Septi dan hamparan sawah Tumpak yang selalu ngangenin

Septi dan hamparan sawah Tumpak yang selalu ngangenin

Sedikit berjalan mundur ke belakang . Kali ini saya pengen mengenang masa masa SMA dulu . Yah .. katakanlah selagi saya masih punya waktu dan hati untuk mengenangnya .

Awal masuk SMA , Saya memutuskan untuk menggunakan topeng . Pada waktu SD dan SMP saya terkenal sebagai anak yang kasar dan sangat tidak perempuan . Suka bicara tanpa dipikir dan bla bla bla …. Ditambah lagi saya memiliki ” Wajah Sadis “

Hingga masa SD dan SMP pun saya lalui dengan dibully oleh teman teman saya . Mereka sering sekai salah mengartikan sikap saya .Setiap kali saya punya niat baik , pasti mereka sudah salah paham duluan . Dan entah bagaimana awalnya tiba tiba saja haters saya sudah bertebaran dimana mana .

Bahkan , pada waktu SMP pun guru guru selalu salah paham pada saya . Hampir semua guru mengincar saya , mencari cari apakah seorang ” Rizky ” akan melakukan kesalahan . Dan yang paling teringat di benak saya adalah ketika saya SMP kelas 11 dan saya dipanggil oleh guru BK untuk mengikuti seminar ” Pergaulan Bebas dan Akibat Kenakalan Remaja ” bersama sejumlah anak bermasalah lainnya .

Beliau berucap , ” Kamu harus ikut seminar ini , biar minimal walaupun sudah melakukan kamu akan tau apa resikonya nanti “

.What the hell ? pikirku .

Nah didasari oleh faktor faktor tersebut , aku lantas memutuskan untuk mengenakan topeng waktu SMA . Berubah menjadi Rizky yang lemah lembut , rajin ,penyendiri ,halus budi , mata sayu , pokoknya sesuatu yang sangat bukan aku . ( Bahkan bukan Carolina )

Aku sukses mempertahankan topeng itu selama satu setengah tahun . Dan tidak punya teman siapapun kecuali satu orang . Septi Wahyu Kristiningsih . Sahabat perempuan satu satunya di SMA yang bisa menerimaku apa adanya . Pada awalnya Septi juga tertipu dengan topeng kaca ku . Septi bahkan terkejut saat aku berkata dengan nada tinggi atau mengucapkan kata kotor . ( Sesuatu yang kadang kulakukan saat aku kelepasan )

Septi adalah kawanku yang paling akrab . Aku bahkan kenal dengan anggota keluarganya dan sering menginap di rumahnya . Ibunya sering menanyakan kapan aku akan menginap lagi disana saat aku sedang tak berkunjung .

Sebuah keluarga hangat yang selalu kurindukan . Septi juga tempat ku mengadukan semua masalah

.

Tapi too bad topeng kaca yang kupertahankan selama satu setengah tahun mati matian akhirnya hancur berkeping keping saat aku mengenal Carlo … dan Rivo .
Aku nggak kembali ke diriku yang semula , tapi aku menjadi diriku sendiri . Untuk pertama kalinya , aku merasa diterima dalam sebuah komunitas setelah bertahun tahun jadi korban bullying di sekolah . Semenjak mengenal mereka , aku perlahan lahan bisa berbaur dengan yang lain .
Seumur hidup , aku nggak akan pernah lupa hari dimana Ryan tiba tiba duduk sebangku denganku .
Kukira , sampai lulus aku tak akan pernah punya teman sebangku .
Ryan adalah teman sebangku terlama yang kumiliki . Satu setengah tahun . Dan melalui Ryan , pikiranku mulai terbuka pelan pelan . Dan lantas aku mengenal Rivo , lalu Carlo .
Kami mulai sering sekelompok saat mengerjakan tugas . Kelompok biologi , kelompok kesenian , sampai acara belajar bersama di rumah Virgin yang kala itu menjadi pacar Carlo yang lebih mengarah kepada acara nongkrong menghabiskan malam bersama .
Aku masih ingat ketika magrib sepulang sekolah tanpa mengganti seragam Rivo mengantarku berkeliling mencari rumah pak Teguh untuk mengumpulkan tugas Bahasa Indonesia .
Setelah itupun kami masih mampir di rumah Virgin untuk mengerjakan tugas berikutnya sampai lewat tengah malam .
Momen itu , momen momen ketika Carlo memainkan gitar dan aku bernyanyi sementara Virgin dan Rivo menjadi penonton kami adalah momen kecil yang tak terlupakan .
Dua lagu yang sering kami mainkan , ” Guardian Angel ” dan ” I dont wanna miss a thing “
“I dont love You ” dan ” Cancer ” . Rumah tua virgin , Mie Ayam dekat rumah Virgin , Pohon besar di depan rumah Virgin , bahkan gerimis dan dinginnya kota Mojokerto masih bisa aku rasakan .