Dandelion

31 Agustus 2014聽路聽

Bagai tiap helai dandelion yang terbang saat tiba masanya
Satu persatu peristiwa berlalu menjadi kenangan
Dialah bianglala dalam kepalaku , berputar berputar
Kereta ini membawa kami pergi
Melintasi galaksi bima sakti
Nyanyianku , petikan gitarmu
Tak ada satu hari pun air mataku jatuh saat dia ada
Dia edelweis di sisi tebing terjal聽
Dia ada di tengah deraian hujan , kencangnya angin , dan terik panas matahari

Kereta ini menurunkanku di stasiun tua sendirian
Lajunya melambat seiring genggaman tangannya melepaskan aku
Tak ada lambaian tangan , kami tidak pernah berpisah
Aku dan dia adalah helaian benih dandelion
Diterbangkan angin ke semua penjuru
Bermuara di tanah yang sama
Bersama sama
Dan diterbangkan lagi oleh angin

“Dedicated to someone who bring me a bowl of laugh dan happines 馃檪 ”聽

Iklan

Fiksi Pendek

Kakiku masih sakit ,tak hanya berdarah namun juga lebam dan bengkak . Akan tetapi tetap kupaksakan melangkah menuju minimarket terdekat , sekedar alasan agar aku bisa menjauh dari Doni . Setidaknya sampai aku bisa mengontrol perasaanku sendiri dan bersikap normal seperti biasanya .
Usai membeli sebotol air mineral , aku berjalan terseok seok menuju聽taman di ujung komplek . Cukup sepi disitu . Cukup untukku , mendinginkan kepalaku .
Uh , kakiku ngilu dan kaku . Seperti menyeret karung beras dengan sebelah kaki , kupaksakan melangkah .
” Bruk ”
Terdengar suara benda jatuh beberapa saat setelah aku duduk di bangku taman . Betapa terkejut saat kutengok sumber suara .
Disana , beberapa meter dari tempatku duduk . Di bawah sorot lampu jalan , berdiri dia . Sosok yang membuat hatiku campur aduk , membalik hariku .
Mengapa ? Mengapa dia ada disini ?
Mengapa ? Mengapa kami dipertemukan lagi ?
Mengapa ?
Hatiku tak henti bertanya . Aku berdiri perlahan lahan , sementara dia berjalan kaku perlahan lahan menghampiriku .
Lima sentimeter jarak diantara kami .
Kami masih saling bertatapan , aku masih menatapnya . Menikmati memandang wajahnya .
Mata , hidung , bibir , rahang .Tak berkedip sedikitpun mataku menelusurinya .
Ia pun begitu , matanya yang bening nan teduh seakan mengunci mataku .
Tak satupun kata terucap diantara kami .
Bertahun tahun menanti , bertahun tahun berharap , bertahun tahun berjuang
Dan akhirnya menyerah .
Mengapa baru sekarang kami dipertemukan ?
Mengapa dalam keadaan seperti ini ?
Memikirkannya , air mataku menetes . Aku menangis tanpa suara .
Kulayangkan tanganku ke wajahnya , mebelai pipinya .
Seketika ia meraihku dalam pelukannya . Erat .
Begitu erat dan hangat .
Kubalas pelukannya .
Aku terisak , air mataku tak bisa berhenti mengalir .
Pelukannya begitu hangat , aku tak ingin lepas darinya . Tak ingin , Tuhan ..
Pelukan kami perlahan lahan mengendur .
Kulihat matanya basah oleh air mata .
Kedua tangannya masih memegang pundakku .
Lantas melepas , ia berbalik berjalan pelan pelan menjauhiku .
Tidak ! Tidak ! Tidak mau !
Aku telah menanti sangat sangat lama untuk pertemuan ini , aku tak bisa membiarkannya pergi begitu saja .
Berlari , kukejar ia .
Sekuat tenaga , kubalikkan tubuhnya .
Berjinjit , kuraih wajahnya . Kukecup bibirnya . Mataku terpejam , menikmati tiap inci bibirnya . Mengulumnya perlahan lahan .
Ia membalas ciumanku , lembut bibirnya beradu dengan bibirku .
Sepasang lengannya , merengkuhku lebih dalam .
Ini adalah pembalasan … Pembalasan bukan ?
Sepintas bayangan Doni yang sedang cemas terlintas di benakku .
Kulepas ciuman ini perlahan lahan . Lantas segera berbalik dan berlari meninggalkannya . Di sana , di bawah sorot lampu taman .聽

Susu, Roti, dan Madu

25 Oktober 2014聽路聽

Bukan .
Ini bukan lirik lagunya roxette . Hanya saja lagu ini kebetulan ada diputar saat saya sedang memulai untuk menulis sebuah catatan .
Catatan kilas balik ( tarik napas , stretching dulu )
So .. Its been a year ,yeah . And so many things happen .
Dari yang biasa biasa sampe yang nggak terduga , sampe yang bener bener nggak terlintas di pikiran . Kalo diingat ingat lagi seperti nonton dokumenter G30S PKI .
Dari semua hal yang terjadi , ada satu hal yang indah untuk diingat .
Satu keajaiban kecil , yang memberikan sebuah pandangan baru pada saya . An angel , sent by God in the right time .
Keajaiban kecil ini , yang mengisi setiap perjumpaan saya dan dia dengan tawa .
Keajaiban kecil ini , berhasil membuat saya tertawa hanya dengan beberapa kata .

Saya mengingat dengan baik setiap momen yang digoreskan oleh keajaiban kecil ini dalam setahun waktu yang berjalan ,
Ketika ia membuat saya tertawa di tengah kebosanan menekuni text book,
Makan lunchbox di selasar sambil menggigil ,
Angin laut yang bertiup , matahari terbenam di pantai
Hingga di saat yang begitu berat untuk dijalani , ketika saya memilih untuk sendiri
Keajaiban ini datang seperti bintang jatuh , menggelitik dengan sinarnya .
Di hari hari yang begitu berat untuk dijalani ,
Keajaiban ini tak pernah berhenti bekerja .

Keajaiban ini mengajarkan bahagia , ketika saya sudah lupa caranya tertawa .
Keajaiban ini menorehkan tanda centang di satu persatu daftar angan angan saya .

Malaikat dan keajaibannya adalah milik Tuhan , ia datang seperti bintang jatuh . Suatu saat ia akan kembali pada tempatnya yang abadi .
Dan kerinduan akan datang mengikuti .

Tapi , jika memejamkan mata saya bisa merasakan bahwa kejaiban itu masih disana . Di sebelah kiri . Tepat di hati .聽

Memories

27 Oktober 2014聽路聽

Hai ,
Malam ini tiba tiba teringat pada tahun tahun yang saya habiskan di Magersari .
Di sebuah rumah tua yang dikelilingi pagar berwarna hitam . Dengan dua pohon besar , mangga dan jambu biji di sisi kanan dan kiri .
Nenek dan Mama adalah gardener yang hebat ,
Berbagai varietas anggrek ,pakis , euphorbia , apotek hidup , srikaya ,pepaya,cabai,聽pala pendhem , mawar , melati , kenanga , kaca piring , tanaman hias , semuanya tumbuh dengan subur dan asri di pekarangan rumah kami .
Saya ingat ,
Waktu kecil ( sekarang juga sih ) saya sering sekali mimisan. Mama dengan cepat memetik daun sirih muda , menggulungnya lalu memasukkan ke lubang hidung saya . Tak berapa lama mimisan pun berhenti .
Saya ingat ,
Tiap musim mangga , mama dan kakak kakak saya memanjat pohon untuk mengumpulkan buah mangga yang siap panen .
Lantas mama dan nenek mengolahnya menjadi berbagai macam makanan lezat .
Es serbat , sambal mangga , pepes pindang mangga muda , diiris cangkang kura kura , atau kadang dijual ke tengkulak .
Mbak membantu memasak , sementara mas saya mencari daun pisang untuk bungkus .
Saya , karena masih kecil hanya disuruh memetik belimbing wuluh di pekarangan untuk bumbu pepes .
Berkat kerja keras mama dan nenek merawat tanaman,apapun yang kita butuhkan hanya tinggal melangkah ke pekarangan .

Mama dan nenek , sangat pandai memasak dan membuat kue .
Dengan telaten , mama dan nenek mengumpulkan lembar demi lembar resep dari majalah dan menjilidnya . Terkadang , mama dan nenek juga dengan cermat mencatat resep yang diuji coba di televisi .
Tiap jam 3 pagi , mama dan nenek sudah sibuk di dapur . Donat , gorengan , dan kue kue kering dengan rasa dan bentuk yang sempurna .
Paginya , dibonceng mama naik sepeda federal cokelat kami mengantarkan kue kue tersebut untuk dititipkan di warung warung atau sekolah .
Baret merah kotak kotak ,sepatu sendal yang bisa berbunyi ciit ciit , tak pernah absen saya pakai .
Ah .. Saya juga ingat , waktu kelas 5 SD saat HUT PGRI, Blackforest sederhana buatan mama mengalahkan kue kue buatan toko yang dibawa teman teman saya .
Tiap lebaran pun , mama dan nenek selalu kebanjiran order untuk membuat kue kering . Nastar buatan mama dan nenek , lezat dan tiada duanya .
Selai nanasnya pun kami buat sendiri dari parutan nanas , gula , dan kayu manis . Makan sebanyak apapun , tenggorokan tak akan sakit .
Soal hidangan lebaran ..
Nenek pandai menganyam ketupat , sehari sebelum hari raya sejak pagi pagi sekali Nenek sudah sibuk menganyam ketupat banyak sekali . Saya dan keempat saudara saya kadang membantu mengisi beras atau menganyam ketupat . Tapi hasil anyaman kami tak satupun yang sesempurna hasil anyaman nenek .

Mama dan Nenek sangat pandai menjahit ,
Tiap tahun menjelang idul fitri mama dan nenek menjahit sendiri baju baju hari raya saya dan kakak kakak saya .
Dress balon kuning bermotif buah tomat yang kembaran dengan mbak saya , rok berwarna biru tua , tak terhitung berapa potong baju yang mereka buat untuk kami .
Bahkan taplak meja ,bando, sulaman , rajutan , dan hiasan pun hasil karya nenek dan mama .
Saya ingat ,
Mama membuat sendiri bando dengan hiasan kuntum mawar putih yang saya kenakan saat upacara kelulusan SMA . Bando itu masih ada , dan saya kenakan saat hari valentine sewaktu bekerja di BCA .

Mama juga seorang perias yang hebat ,
Bersama kakak saya mama sering dipanggil merias untuk acara wisuda atau penganten . Mama juga sering diajak membantu di salon milik teman temannya .
Tetangga kanan kiri pun sering meminta dipotongkan rambutnya oleh mama .

Saya ingat ,
Betapa mudahnya kehidupan kami karena memiliki mama dan nenek yang serba bisa .

Saya ingat ,
Saat musim hujan datang kami sekeluarga harus memakai payung dan menutup perabotan dengan terpal karena genteng bocor .
Ketika kami sekeluarga tidur berjejer di ruang tamu saat renovasi atap , Karena hanya di ruang tamu satu satunya tempat yang atapnya sudah diganti .

Saya ingat ,
Kepada mbah ti yang selalu membawakan saya sesisir pisang susu kesukaan saya tiap kali berkunjung .
Saat mengunjungi mbah ti di kios kecilnya ,
Beliau selalu memberi pisang susu bahkan tanpa saya minta .
Mama yang selalu berkata bahwa ayam ayam mbah ti akan menangis jika saya tidak menghabiskan makanan .
Radio tua kecil di atas dipan mbah ti .
Harmonika milik mas To , anak mbah Ti yang meninggal teseret arus kali .

Saya ingat ,
Ketika Mas Yuda menemani saya bermain barbie sebelum berangkat sekolah .Atau ketika dia menggendong saya di pundak sambil mengitari rumah .
Ketika saya mengadukan anak anak kampung yang menjahili saya kepada mas Hendra ,

Saya ingat ,
Masa masa susah ketika saya dan mbak memungut daun bawang sisa tetangga untuk dimasak ,
Masa masa ketika dua bungkus indomie kami bagi berlima

Saya ingat ,
Ketika mama dan mbak menindik telinga saya dengan jarum jahit dan benang karena tak punya uang untuk tindik ke puskesmas .
Hingga telinga saya infeksi dan bernanah .

Saya ingat ,
Ketika anak seusia saya pergi ke taman kanak kanak dan saya dicemooh karena tidak sekolah .
Ketika saya belajar membaca dari majalah majalah tua , dan mempermalukan mereka yang mencemooh karena tidak bisa membaca .

Saya ingat ,
Dipeluk nenek karena menangis meraung raung tidak diperbolehkan menghadiri pestA ulang tahun tetangga . ( Belakangan saya tahu karena mama tak punya uang untuk beli kado , mungkin beliau tak tega melihat saya selalu diejek oleh anak anak yang lain )

Saya ingat ,
Kepada nenek yang begitu menyayangi saya

Saya ingat ,
Kepada semua nasihat dan omelan nenek yang sering saya lawan ( Belakangan saya baru menyadari bahwa didikan keras nenek bermanfaat besar bagi kehidupan saya kala dewasa )

Saya ingat ,
Kepada nenek yang hingga saat terakhirnya selalu berusaha menyenangkan saya
Yang hingga saat terakhirnya menyimpan rapat rapat rahasia saya

Saya ingat ,
Kepada nenek yang menjemput saya di sekolah
Kepada nenek yang mengambil rapot saya

Saya ingat ,
Ketika bertemu papa secara tidak sengaja di dalam kereta dari Surabaya ke Mojokerto
Saking girangnya , saya tak henti bernyanyi sambil berdiri di atas kursi

Saya ingat ,
Papa yang selalu memangku saya sehabis sholat . Yang mendekap saya sembari berzikir , yang meletakkan tangan kecil saya di atas tangannya saat sedang berdoa .

Saya ingat ,
Cerita cerita horor yang sering dikisahkan papa
Papa yang foto kelulusan SMA nya mirip David Archuletta

Saya ingat ,
Home Alone ,Baby days out , Beethoven , 101 Dalmatian , film yang kami tonton sekeluarga tiap hari Minggu pagi .
Dan sekarang ketika saya menonton itu sendirian , entah kenapa rasanya film2 itu sangat hambar .

Saya ingat ,
Ketika sekeluarga kita liburan bersama ke Selekta . Untuk pertama dan terakhir kalinya kita semua berlibur bersama sama .
Sebelum papa meninggal ,
Sebelum nenek terkena stroke ,
Dan satu per satu meninggalkan rumah .
Sebelum semuanya berubah

Saya ingat semuanya , saya ingat …

Empty New Year

I write this note in the middle of New Year Party Celebration by Aston Banua .
I supposed to be happy tonight .
Tapi nggak tahu kenapa , rasanya begitu hampa . Kosong .Nggak ada isi .
Biasanya gue akan senyum sana sini tebar pesona , tapi semua yang saya inginkan saat ini adalah tidur .. Yang lama .
Saya ngerasa bosan sama realita di sekitar saya聽. Realita yang berjalan seperti sebuah siklus .
Tanpa ada sebuah pembaruan seperti yang selalu saya idam idamkan .
Bahkan Semarang pun nggak mampu untuk mendongkrak semangat saya seperti sebelumnya .
Ada yang salah dengan rutinitas ini .. Atau sebenernya nggak ada yang salah dengan sekitar saya . Saya lah yang salah .
Jadi apa yang saya inginkan ?
Ingin tidur … Yang lama

Dandelion Seed .. Has Fly Away

Kadang .. Kenyataan jadi terlalu menakutkan untuk dihadapi ketika kita sudah merasa nyaman dengan keadaan .

Ada sebuah ungkapan , bahwa satu satunya yang abadi di dunia ini adalah perubahan itu sendiri . Benar .
Dimana ada hari hari yang berjalan berisikan kumpulan momen .
Seperti dinding yang ditempeli post it warna warni , ada momen dimana kita saling membenci , iri hati , kebersamaan , tawa , tangis , dan saat saling menjadi kekuatan satu sama lain .
Kita seperti dua pucuk daun dalam satu ranting . Tumbuh membesar , dari waktu ke waktu hingga salah satunya jatuh diterpa angin .
Atau bunga dandelion yang tumbuh di tepi sungai . Angin telah menerpa dan menjatuhkanku tak jauh dari bunga , hingga kita bisa tetap bersama sekalipun tak lagi berada dalam kuntum bunga yang sama .
Namun angin mulai bertiup , bersiap membawamu pergi lebih jauh .

Di setiap hari yang dijalani
Tak pernah terbersit bahwa suatu saat aku akan duduk di tempat kita biasa makan , seorang diri .
Pergi ke tempat yang tiap bulan kita datangi , sendiri .
Tanpa celotehan , atau saling menghina seperti yang biasa dengan spontan dilontarkan .
Suara suara lucu yang biasa kita buat .. Suatu saat hanya menjadi bisikan yang diantar oleh angin .
Bahkan hingga di hari terakhir yang kita habiskan bersama , tak pernah terbersit bahwa waktu juga terus berjalan menuju perubahan .

Hingga tiba tiba salah satu dari kita bertanya ,
” Bisakah suatu saat kita bertemu lagi ? ”聽

 

Pernah diposting di Facebook sekitar Januari 2015

What If … ( Bagaimana Jika )

Selamat pagi ,

Its thunderstorm again outside ..
Dulu sering dengar , katanya kalau turun hujan deras pas di hari H Imlek itu berarti sepanjang tahun akan dipenuhi berkah ( Amin .. ) .
Duduk di beranda , menatap derasnya hujan yang turun , merasakan terpaan angin dingin di pipi saya , tiba tiba membangkitkan mood untuk menulis sesuatu .

Dari sekian banyak peristiwa yang terjadi sejak lahir hingga dewasa , kadang suka muncul perasaan tidak puas dengan hidup saya sekarang .
Hal ini juga pernah saya tanyakan pada sahabat saya , apakah dia merasakan hal yang sama ? Sahabat saya meng’iya’kan .
Dia juga bilang , ” Bahkan nggak cuma kita .. Rata rata manusia pasti pernah merasakan perasaan tidak puas dalam sekali hidup mereka ”

Kadang … Saya suka berandai andai , bahkan dalam sela kesibukan pun . Pada satu jeda saya suka berandai andai .

Bagaimana jika ..
Seandainya dulu saya meneruskan kuliah di surabaya ?

Bagaimana jika ..
Seandainya dulu saya tidak menjawab asal asalan lembar jawaban tes PPA ?

Bagaimana jika ..
Seandainya dulu saya tidak ditempatkan di AHY ?

Bagaimana jika ..
Seandainya perjodohan itu dilakukan setelah saya seperti sekarang ?

Bagaimana jika ..
Seandainya dulu saya jadi anak yang lebih manis lagi sebelum nenek meninggal ?

Bagaimana jika ..
Seandainya hari itu saya lebih jujur dan memeluk sahabat saya. Mengungkapkan bahwa saya sangat menyayanginya dan betapa berartinya kehadiran dia dalam hidup saya sebelum dia pergi jauh ?

Bagaimana jika ..
Seandainya saya tidak memutuskan untuk memegang tangannya hari itu ?

Dan sejuta ” Bagaimana jika ” lain yang terus bermunculan di kepala saya .
Pada dasarnya , saya adalah seorang pemimpi . Saya bermimpi dengan mata terbuka .
Tapi .. Seberapa kuat kita berandai andai , waktu terus berjalan . Apa yang sudah berlalu tidak dapat diulang .
Dan yang kita dapat , adalah sebuah pelajaran .
Pelajaran untuk menjalani hidup sebaik baiknya , agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari .
Kalaupun toh masih ada penyesalan , ya .. Tetap jadikan pelajaran .
Bukankah hidup adalah pembelajaran tanpa henti ?聽

 

Pernah dipost di Facebook sekitar Februari 2019