FanFiction

Sudah hampir lima belas menit aku berdiri di balik tirai merah ini , tanganku sedingin es . Kinal menepuk pundakku lembut , ” Kak Mel , sudah waktunya ” ujar Kinal . Aku mengangguk pelan .
Perlahan tapi pasti aku mulai menyibak tirai beludru merah dan mengeluarkan senyum terbaikku kepada seluruh penonton teather serta beberapa kamera dari TV swasta lokal dan TV Jepang . Ya , acara hari ini akan disiarkan secara live serentak di Jepang , Prancis , China , Taiwan , dan negara di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia tentunya .
Hari ini adalah peluncuran single terbaru JKT48 , Sakura No Kini Narou yang terlebih dahulu dibawakan oleh AKB48 .
Sekaligus pengumuman bahwa aku akan vakum selama satu setengah tahun di JKT48 karena mengikuti pertukaran pelajar ke Korea Selatan . Tadinya aku ingin lulus saja , akan tetapi pihak JOT tak mengizinkan dan meminta agar permohonan kelulusan diubah menjadi cuti saja .
Tanpa berpikir panjang , aku langsung mengiyakan . Aku sadar , sebagai kapten sekaligus center dari JKT48 aku memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Bukan hanya kepada manajemen tapi juga kepada fans dan seluruh member . Aku mencintai mereka semua, tapi sejujurnya aku jenuh dengan semua ini .
Disisi lain , aku juga tidak mau mengecewakan harapan besar yang mereka tumpukan padaku .
Dan beberapa hari yang lalu , Aku terkejut karena tiba tiba Akimoto San meneleponku . Aku menceritakan semua perasaanku padanya , Akimoto San mendengarkan dan menasehatiku agar mengambil cuti dan bukannya malah meluluskanku .
Di akhir percakapan , Akimoto San berkata , ” Aku tahu kau akan menjadi bintang besar sejak melihatmu di audisi pertama kali . Harapan dari fans dan seluruh 48 family di Jakarta ada di pundakmu . Aku percaya padamu Melody San . Kau harus tetap bersemangat ” .
Yang hanya kujawab dengan anggukan pelan walau aku tahu Akimoto San pasti tak bisa melihat reaksiku .
, ” Oke , sekarang mari kita dengarkan sebuah pengumuman penting dari Kapten kita Melody , Melody silahkan ” , panggilan dari MC membuatku mengangkat dagu dan maju dua langkah ke tengah .
Kulayangkan senyuman khas ku , ke seluruh penjuru theater . Di tepi kanan panggung kulihat Nabilah menggamit lengan Frieska , adikku . Matanya berkaca kaca sementara adikku tak berekspresi seperti biasanya . Kulihat ke member senbatsu yang lain saling bergandengan tangan . Memasang wajah sedih , Veranda dan Shanju bahkan sudah berpelukan sambil menangis . Sementara Kinal dan Haruka tampak tegar . Aku telah berbicara banyak dengan mereka tadi malam .
Kutarik napas panjang ,
” Selamat Malam semuanya .. !! ” Sapaku riang yang disambut dengan bergemuruh oleh seluruh penonton theater .
“Ʋϑ‎ɑh pada tau kan hari ini peluncuran terbaru album kami , Ʋϑ‎ɑh pada beli albumnya belum nih ? ”
” Sudaaaaaaahhhhh ” , Koor penonton serempak.
Aku tersenyum lagi lantas melanjutkan ,
” Hari ini saya punya sebuah berita buat semuanya . Dan sebelumnya saya mohon maaf kalau berita ini bukan berita yang terlalu bagus ” ucapku .
Beberapa penonton sudah mulai gelisah , beberapa lagi berdiri dan agak mendekat ke panggung seperti ingin melihat lebih jelas .
” Hari ini , saya Melody Nurramdhani Laksani . Kapten dan Center dari JKT48 . Menyatakan bahwa saya akan vAkum dari seluruh kegiatan 48family selama satu setengah tahun kedepan untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Korea Selatan ”
Gemuruh teriakan kecewa seketika menggema di teather FX Sudirman . Aku memejamkan mata sejenak , merangkai kata kata yang akan aku ucapkan selanjutnya .
” Saya nggak mau ada airmata di sini hari ini . SayA cuma vakum dan bukannya mau graduate . AirmatAnya simpen aja buat nanti kalo saya grad ya ?? ” Candaku mencoba mencAirkan suasana .
” Ya Ve ? Shanju ? Nabilah ? ” Ujarku menoleh kepada mereka .
” Dan selama sayA pergi nanti , tanggung jawab sepenuhnya akan saya serahkan kepada Kinal dan Haruka . Tolong bantu mereka juga ya … ! ” Ucapku lagi .
” Gimana ? Mau dong bantu Kinal dan Haruka ?? ” Tanyaku
” Mauuuuuuu ” koor penonton serempak .
“Oke nggak usah pake lama , sekarang kita Akan menampilkan single baru kami Sakura No Kini Narou , Selamat Menikmati 😉 ”
*playSakuraNoKiniNArouIntro*

#####2bulankemudian####

02pm , South Korea , Autumn

Sore yang cerah , Melody baru saja menyelesaikan kelas bahasa Korea yang sudah diikutinya selama sebulan terakhir .
Ia melangkahkan kakinya dengan riang , Sejauh ini ia tak terlalu mengalami kesulitan mempelajari bahasa Korea .
Bahasa Korea lebih simpel daripada bahasa Jepang ,hurufnya pun lebih mudah dihapal karena hanya terdiri dari hangul saja .
Sore ini Melody bermaksud pergi ke atap apartemen tempat tinggalnya untuk melihat planet baru yang ia baca dari majalah National Geographic .

@@@@@

Seorang laki laki berlari tergesa gesa melompati beberapa pagar penghalang . Dua meter di belakangnya , segerombolan lelaki bermasker hitam mengejar sambil mengacungkan tongkat . Lelaki itu terus berlari kencang …

TBC
L

Iklan

#Curhat

Pantai Kemala Balikpapan , 29 September 2013

Sore ini aku berjalan sendirian , bermain main air di tepi pantai Kemala .
Everything is perfect , kecuali tangan yang seharusnya kugenggam saat aku berjalan melangkahi ombak .
Dulu , aku punya objek dalam setiap Momen yang ingin kubagi . Sekarang , hanya momen yang ingin dibagi yang tertinggal . Objeknya masih berupa bayangan yang jauh .

#Thanks

Thanks for never changing for me . Even everything is changing , you still the same . We still like we used to be . Thank You .

Catatan Lama

Tulisan ini adalah copy paste dari tulisan yang saya posting di akun FB lama saya.

Ketika kamu menjadi cahaya bagi hidup seseorang .. Mungkin saja saat itu kamu harus bersiap kehilangan cahaya hidupmu karena orang itu .
Kebahagiaan yang bisa kita dapatkan dari sela sela rasa sakit yang harus kita terima . Yang kita ingkari sebagai kebahagiaan semu .
Yang kita percaya akan menjadi kebahagiaan yang sejati . Yang entah akan menuntun kita kemana ..
Dalam satu waktu kita bahagia dan sakit secara bersamaan .
Larangan hanya menjadi goresan tinta dia atas buku peraturan .Pada kenyataannya hidup tetap berjalan dengan kita sebagai pionnya .
Gejolak itu milik kita , Senyum itu milik kita , Sakit itu milik kita , Pengorbanan itu milik kita , Tapi tidak dengan cinta itu sendiri .
Mungkin ini adalah harga yang harus kita bayar atas dosa yang kita atau pendahulu kita perbuat di masa lalu ,anggaplah rasa sakit ini adalah penebusan .

Lalu Bagaimana jika apa yang kita lakukan saat ini ternyata hanya akan menambah dosa ? Lalu siapa yang akan menanggungnya kelak ?
Bukankah akan ada ganjaran atas setiap keping dosa ?
Adakah hujan akan turun dan menghapus penderitaan ini ?
Adakah matahari akan datang dan menghapus sisa hujan semalam ?
Lantas jika akulah cahayanya ,akankah ia berhenti menjadi kegelapan bagiku dan menjadi cahaya bagi ku ?
Atau dimanakah cahaya hidup ku ?
Pertanyaan pertanyaan seperti itukah yang kalian pertanyakan untukNya ? Atau untuk orang yang menjadikanmu cahaya nya ?

Hanya Tuhan yang mampu memberi jawaban bagi kalian dan bagiku .

20 Juni 2012 pukul 0:22

Hati yang berkarat di Malam dimana Takbir Bergema

Takbir Bergema

Namun suaranya dikaburkan oleh ledakan petasan yang silih berganti

Tahun ini aku tak memenangkan ramadhan seperti tahun sebelumnya

Tahun ini aku telah gagal dan kalah oleh penyakit yang merongrong

Di malam yang mulia ini , hatiku telah berkarat

Oleh hati yang begitu jauh untuk dicapai
Suara tangisku diredam oleh suara petasan yang menggila

Malam ini hatiku berkarat

Aku sudah kalah

Masihkah Tuhan sudi mendengar doa yang akan kupanjatkan esok hari saat shalat ied ?
Oleh manusia yang jiwa dan hatinya telah berkarat ? Sudikah ? Sudikah Ia ?

Wajah

Pagi ini berkabut

Dan aku sedang duduk di tepi danau, di hari dimana aku sedang tak ingin menampakkan wajahku pada dunia.
Sebuah wajah yang hanya bisa saya perlihatkan pada ikan ikan di danau , yang hanya bisa saya simpan sendiri .
Sekarang yang terpikir di kepala adalah bagaimana caranya untuk bisa pergi jauh sejauh jauhnya dari kota ini .
Bagaimana caranya menghentikan suara – suara yang terus bersahutan silih berganti di dalam kepala ini
Dan bagaimana supaya mata ini bisa terpejam