Movie after radical day

Banjarmasin , 28 Juli 2013
I wrote this post in the middle of Hansel and Gretel movie .
Nggak berjalan sesuai keinginan saya sih , tapi setidaknya saya rasa ini masuk dalam quality time yang harus saya ingat .
Saya menonton film ini bersama mba Risma dan Hitam .Teman saya saat ini . Bisa dikatakan kedua teman dekat saya saat ini .
Saya bersyukur Tuhan masih memberikan saya teman untuk bergaul di tengah keterpurukan saya di Front Office dan di tengah kebodohan saya dalam berkomunikasi .
Thanks God

Iklan

Cemburu

Banjarmasin ,28 Juli 2013

12.12 WITA

Gambar

Masih di privilege floor , dengan backgroound lagu talking to the moon dan dua orang India yang sedang mengobrol di Lounge .

Siang ini hujan lagi . Dan perasaan saya masih sama tak beriramanya dengan kemarin kemarin .

Hari Sabtu kemarin , secara tak sengaja saya melihat Hitam di CCTV . Jam 20.10 dia masih belum pulang , segera saya hampiri dia untuk mengajak pulang bareng . Entah apapun ekspektasi dia terhadap saya yang jelas saya nggak mau sendirian di hari yang mengingatkan saya akan Senja .

Kamipun pulang bersama dan mampir di kedai yang berjualan jagung di bantaran Banjarmasin post . Hitam mengeluhkan jauhnya kami berjalan kaki dar hotel sampai ke tempat itu , yang cuma saya tanggapi sekedarnya . Ia pun meminta untuk ditraktir dan langsung membuat saya terbelalak . Apakah mungkin dia mengira saya ini salah satu fans yang terpikat sama ketampanannya dan mau melakukan apapun buat dia ? Kalau dia benar berpikiran begitu , Saya kasihan sama dia .

( Lebih lanjut tentang hitam akan saya buatkan satu postingan khusus yang membahas tentang dia  )

Seandainya Hitam tidak salah paham dengan perlakuan saya ke dia , malam itu pasti jadi malam yang menyenangkan buat saya . Tapi dia sepertinya masih mengira kalau saya menyukainya dan tergila gila sama dia .Sehingga apapun yang kami lakukan masih terasa canggung . Benar benar kasihan .

Oh ya , gosip tentang saya dan Hitam juga telah sampai ke telinga Senja . Saya merasa Senja mulai cemburu . Setiap saat dia menggoda saya tentang Hitam .

Sedikit banyak juga saya mengerti sifat Senja , kalau ia tidak menganggap HItam sebagai ancaman ia tak akan seperti ini .

Tapi saya tidak perduli . Baik Senja maupun Hitam keduanya tak ada dalam to do list saya .

Semenjak memutuskan untuk membunuh Senja dari perasaan saya , passion saya untuk mencintai orang lain juga sepertinya perlu diistirahatkan dulu .

Kurang lebih sama dengan kasus Indra dulu , hati saya juga perlu istirahat setelah bekerja begitu keras .

Oh ya , ngomong ngomong soal cemburu , saya juga pernah loh merasakan cemburu . Entah sama siapapun itu.

Cemburu sama ponakan saya , sama pacar mama saya , sama teman saya , bahkan sama  Senja .Walaupun saya hampir nggak pernah mengungkapkannya .

Sampai saya sadari bahwa kekesalan , kecemburuan dan segala dendam yang saya pendam dan saya anggap beres itu ternyata sama sekali nggak beres .

Perasaan itu muncul dalam bentuk lain . Dalam bentuk perubahan tingkah laku dan raut wajah saya . Jadinya lebih judes dan uring uringan .

Gotcha , rasanya saya juga mulai paham apa yang menyebabkan orang orang dulu takut bahkan cenderung menjauhi saya . Gara gara itu kali ya ?

Imbasnya juga , saya kurang bisa berkomunikasi dengan baik dengan orang orang di sekitar saya . Banyak loh yang salah paham dengan maksud saya ketika saya melakukan sesuatu . ( Saya nggak mengira kalo imbasnya bakal sepanjang itu )

Tapi sekarang , saya sedang dalam usaha untuk memperbaiki semua itu . Mulai dari diri saya sendiri . Yah , walaupun nggak bisa baik seratus persen setidaknya beberapa persen telah berubah dan usaha saya nggak sia sia . Gud .

L…

L

Sebenarnya , tak Ada seorangpun yang bisa jera untuk jatuh cinta . Karena berapa kalipun kita jatuh cinta kita tidak akan pernah terbiasa

Dongeng tentang Pelangi

Saya pernah membaca sebuah dongeng tentang harta karun diujung pelangi .
Di dalam dongeng itu diceritakan tentang seorang pria yang menemukan harta karun berupa pundi berisi emas di ujung pelangi . Sungguh cara yang praktis untuk mendapatkan uang

Entah karena terkontaminasi dengan dongeng itu atau kombinasi antara kontaminasi dongeng disney dengan dongeng dongeng lain yang selalu saya baca saat saya masih anak anak ,

Selalu ada perasaan yang muncul setiap kali saya melihat pelangi . Kapanpun, Dimanapun .

Dan perasaan itu selalu sama . Setiap kali melihat pelangi saya selalu ingin berlari untuk mengetahui dimana ujungnya .
Seperti pelangi yang saya lihat dari lantai 8 ini .
Angin dingin yang bertiup sesudah hujan mempermainkan rambut saya , swimming pool pun yak begitu ramai karena tamu tamu mungkin lebih memilih untuk istirahat dalam kamar yang hangat .

Jauh diujung sana , pelangi melengkung dari sudut ke sudut . Saya menikmati keindahan itu sambil menahan rasa ingin berlari dalam hati .
Bukan pundi uang yang ada dalam benak saya . Saya selalu berkhayal bahwa ada seorang pria yang dikhususkan untuk saya sedang menunggu diujung pelangi . Pria itu adalah pria idaman saya , dan dia ada tepat dimana pelangi berakhir .
Betapa indahnya khayalan .. 🙂

Angin dingin kembali mempermainkan rambut saya dengan nakal , saya melihat ke sekeliling tak seorangpun yang menikmati keindahan sore itu seperti saya . Mereka semua begitu sibuk dengan kegiatan masing masing .
Saya menghela nafas , mengucapkan sampai jumpa kepada pelangi di ujung kota , pada pangeran yang masih harus menunggu saya di ujung pelangi .
Dan saya kembali bekerja .

Pesan dalam Tulisan

IMG_0135

Malam ini adalah pertama kalinya saya berinteraksi dengan banyak orang setelah sekian lama . Melihat di poolside F&B Departement sedang menggelar even Steam Boat and BBQ maka saya memberanikan diri untuk keluar dan mencari guest comment .

Tak terlalu menyenangkan memang , karena saya harus sok akrab dan menyapa orang orang yang tidak saya kenal lantas meminta pendapat mereka tentang keseluruhan pellayanan hotel ini .

Beberapa sempat mendapat penolakan terutama untuk tamu ibu ibu . Tapi untuk bapak bapak saya tak pernah gagal .

Tapi setidaknya saya bisa sedikit mengalihkan pikiran saya dari Senja dan rasa galau .

Ini adalah hari Sabtu kesekian kalinya saya lewati tanpa Senja . Biasanya di malam malam seperti ini saya akan keluar dengannya atau sekedar memeluknya di suatu tempat .

Selama bersama dengan Senja , kehidupan sosial saya mati total .

Satu satunya social life center saya adalah Senja . Mumgkin itulah yang membuat saya begitu tergantung dan sukar melupakan Senja .

To be Honest , saya merindukan Senja . Tapi saya akan menggunakan segenap kekuatan saya untuk tak merengek dan menghiba mengatakan padanya bahwa saya merindukannya .Buat saya move on dari Senja adalah prioritas utama saya .

Saya memutuskan untuk menikmati rasa sakit ini sampai waktu yang baik akan menghapusnya dari hati dan pikiran saya . Saya mencintai Senja , apa yang saya miliki untuk Senja adalah sesuatu yang murni dan polos dan saya mau menjaganya tetap seperti itu .

Bagaimanapun , Senja telah bahagia bersama keluarga kecilnya . Saya tak berhak untuk meminta Senja berada di sisi saya karena bahkan sejak awal pun Senja tak pernah menjadi milik saya .Buat saya melihat Senja bahagia dan tidak tertekan rasanya lebih melegakan daripada harus mengikatnya demi kebahagiaan saya .

Seorang rekan mengatakan pada saya harus memikirkan kebahagiaan saya sendiri . Katanya , saya terlihat menyedihkan .

Saya tersenyum tipis , saya katakan padanya bahwa saat ini pun saya juga sedang berjuang untuk diri saya sendiri . Berjuang untuk keluar dari keterpurukan atas perpisahan dengan Senja dan keluar dari persoalan persoalan yang membelit saya .

Mungkin saat ini saya terlihat menyedihkan , akan tetapi saya yakin Tuhan akan memberikan reward atas usaha yang sudah saya lakukan .

So , Senja :

” Jika suatu saat kamu menemukan blog ini dan membacanya pada saat saya sudah tidak bisa kamu lihat lagi . Ketahuilah , kamu pernah menjajah hati saya begitu dalam ”

Banjarmasin , 05 Januari 2013 22.02

Heart shaped box

Banjarmasin , 12 Januari 2013

Saya pernah baca salah satu buku raditya dika yang di dalam salah satu babnya berjudul ” Sepotong Hati dalam kotak kardus cokelat ” .Kalo gag salah sih gitu .
Ceritanya tentang kak Radith yang baru putus sama pacarnya terus tiba tiba mama Kak Radith ngajakin ngasih tahu kalo mereka sekeluarga akan pindah rumah dan kak Radith disuruh mengepak barang barangnya .
Sambil masih tetap galau kak Radith memasukkan satu persatu barangnya dalam kotak kardus cokelat . Pada saat itu dia teringat semua kenangan tentang masa selama ia tinggal di rumah itu , sampai kenangan dengan mantan mantannya . Dan semua flashback itu berakhir saat kak Radith memasukkan barang terakhir ke dalam kotak kardus lalu menutupnya .
Saat ini , saya juga mengalami hal yang hampir sama dengan kak Radith saat itu . Memasukkan satu per satu barang ke dalam kotak bening ( bukan kardus ). Yep , mulai tanggal 15 nanti saya resmi pindah kosan . Kosan baru nggak terlalu jauh sih , cuma beberapa blok aja , tapi fasilitas yang ditawarkan lebih lengkap dan harganya sama dengan kosan yang saya tempati sekarang .
Sebenernya saya agak berat hati ninggalin kosan ini , selain karena saya sudah sreg dengan orang orang di sekitar saya ,kosan ini juga punya banyak kenangan .
Saat saat saya pertama kali ngedate dengan senja , saat saat saya menunggu Senja datang dengan gelisah , saat saat berantem dengan Senja , Saat saat saya selalu gelisah melihat ke jendela berharap Senja akan lewat atau ia akan datang dengan kejutan ( sesuatu yang nggak pernah terjadi ) . Dan saat manis dimana saya mencium pipi Senja saat dia akan pulang . Melihat ekspresi Senja setelah saya cium sungguh membuat saya bahagia . Dia tampak seperti anak umur lima tahun yang baru saja mendapat permen lolipop . Manis sekali .
Atau saat Senja menjemput saya untuk sekedar makan , dan karena keasyikan kami jadi kemalaman di jalan dan nggak pulang . Buat saya itu mendebarkan sekali.
Atau yang terakhir saat saya step dan kaku lantas ditemukan oleh mbak Rita dan dibawa ke rumah sakit . Disana Senja menemani saya semalaman dan tak henti hentinya menciumi dan memeluk saya . Sungguh saya terharu sekali sampai tak bisa berkata apa apa . (Walaupun bersamaan saya juga sakit hati ). Buat saya , kenangan kenangan seperti itu sangat memberatkan saya untuk pergi . Tapi sekali lagi , saya tetap harus pergi kan ? Saya nggak mungkin terjebak selamanya dengan euphoria Senja sementara bahkan Senja sendiri mungkin sudah melupakan saya bukan ?
Sambil memasukkan satu persatu barang ke dalam kontainer plastik bening , satu persatu kenangan tentang kosan ini dan Senja seperti slide show yang muncul lalu masuk ke dalam kotak . Dan hal terakhir yang masuk ke dalam kotak bening itu adalah perasaan saya terhadap Senja . Sekarang mungkin saya ngerti bener apa yang dirasain kak Radith saat itu .
Dalam salah satu sub bab juga disebutkan bahwa papa Kak Radith memberi nasehat begini ,
“Masih banyak ikan di laut ”
Yang lantas dijawab oleh Kak Radith , ” Tapi pa , apakah ada ikan yang seperti itu ? ( Seperti mantan Kak Radith red. )”
Orang tua kak Radith kalo nggak salah nggak bisa menjawab pertanyaan kak Radith dan cuma diam saja .
Tapi saya punya jawabannya ,
Tidak ada ikan lain yang sama seperti tangkapan kita sebelumnya kak ,
Tak ada ikan yang serupa dengan mantan kakak ataupun senja . Tapi L yakin , baik kakak , saya , maupun orang lain di seluruh dunia yang mengalami hal yang sama seperti kita akan mendapatkan ikan yang lebih baik dan berkualitas daripada ikan yang sebelumnya . Kita hanya perlu berusaha dan bersabar .