Heart shaped box

Banjarmasin , 12 Januari 2013

Saya pernah baca salah satu buku raditya dika yang di dalam salah satu babnya berjudul ” Sepotong Hati dalam kotak kardus cokelat ” .Kalo gag salah sih gitu .
Ceritanya tentang kak Radith yang baru putus sama pacarnya terus tiba tiba mama Kak Radith ngajakin ngasih tahu kalo mereka sekeluarga akan pindah rumah dan kak Radith disuruh mengepak barang barangnya .
Sambil masih tetap galau kak Radith memasukkan satu persatu barangnya dalam kotak kardus cokelat . Pada saat itu dia teringat semua kenangan tentang masa selama ia tinggal di rumah itu , sampai kenangan dengan mantan mantannya . Dan semua flashback itu berakhir saat kak Radith memasukkan barang terakhir ke dalam kotak kardus lalu menutupnya .
Saat ini , saya juga mengalami hal yang hampir sama dengan kak Radith saat itu . Memasukkan satu per satu barang ke dalam kotak bening ( bukan kardus ). Yep , mulai tanggal 15 nanti saya resmi pindah kosan . Kosan baru nggak terlalu jauh sih , cuma beberapa blok aja , tapi fasilitas yang ditawarkan lebih lengkap dan harganya sama dengan kosan yang saya tempati sekarang .
Sebenernya saya agak berat hati ninggalin kosan ini , selain karena saya sudah sreg dengan orang orang di sekitar saya ,kosan ini juga punya banyak kenangan .
Saat saat saya pertama kali ngedate dengan senja , saat saat saya menunggu Senja datang dengan gelisah , saat saat berantem dengan Senja , Saat saat saya selalu gelisah melihat ke jendela berharap Senja akan lewat atau ia akan datang dengan kejutan ( sesuatu yang nggak pernah terjadi ) . Dan saat manis dimana saya mencium pipi Senja saat dia akan pulang . Melihat ekspresi Senja setelah saya cium sungguh membuat saya bahagia . Dia tampak seperti anak umur lima tahun yang baru saja mendapat permen lolipop . Manis sekali .
Atau saat Senja menjemput saya untuk sekedar makan , dan karena keasyikan kami jadi kemalaman di jalan dan nggak pulang . Buat saya itu mendebarkan sekali.
Atau yang terakhir saat saya step dan kaku lantas ditemukan oleh mbak Rita dan dibawa ke rumah sakit . Disana Senja menemani saya semalaman dan tak henti hentinya menciumi dan memeluk saya . Sungguh saya terharu sekali sampai tak bisa berkata apa apa . (Walaupun bersamaan saya juga sakit hati ). Buat saya , kenangan kenangan seperti itu sangat memberatkan saya untuk pergi . Tapi sekali lagi , saya tetap harus pergi kan ? Saya nggak mungkin terjebak selamanya dengan euphoria Senja sementara bahkan Senja sendiri mungkin sudah melupakan saya bukan ?
Sambil memasukkan satu persatu barang ke dalam kontainer plastik bening , satu persatu kenangan tentang kosan ini dan Senja seperti slide show yang muncul lalu masuk ke dalam kotak . Dan hal terakhir yang masuk ke dalam kotak bening itu adalah perasaan saya terhadap Senja . Sekarang mungkin saya ngerti bener apa yang dirasain kak Radith saat itu .
Dalam salah satu sub bab juga disebutkan bahwa papa Kak Radith memberi nasehat begini ,
“Masih banyak ikan di laut ”
Yang lantas dijawab oleh Kak Radith , ” Tapi pa , apakah ada ikan yang seperti itu ? ( Seperti mantan Kak Radith red. )”
Orang tua kak Radith kalo nggak salah nggak bisa menjawab pertanyaan kak Radith dan cuma diam saja .
Tapi saya punya jawabannya ,
Tidak ada ikan lain yang sama seperti tangkapan kita sebelumnya kak ,
Tak ada ikan yang serupa dengan mantan kakak ataupun senja . Tapi L yakin , baik kakak , saya , maupun orang lain di seluruh dunia yang mengalami hal yang sama seperti kita akan mendapatkan ikan yang lebih baik dan berkualitas daripada ikan yang sebelumnya . Kita hanya perlu berusaha dan bersabar .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s