Epilog

Aku baru saja membuka mataku dari tidurku yang sama sekali tidak nyenyak . Kulihat smartphone ku , oh mati .
Aku menyalakan ponselku sambil sebelah tangan memegang kepalaku yang pening luar biasa . Aku kembali fokus pada ponselku lagi , ada 5 email masuk .
Kelimanya dari Senja lagi . Mendadak peningku bertambah menjadi mual . Aku benci sekaligus senang menerima email darinya . Aku ingin lepas dari ketergantungan atasnya , tapi hatiku selalu menolak . Dua gadis dalam diriku tak pernah berhenti bertengkar tentang Senja .
Tak lama kupilih tindakan atas email email itu .
Aku membalasnya dengan cepat , sementara si gadis menghapusnya satu persatu , lalu melemparkan ponsel ini menjauh .
Dan kami bertengkar lagi …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s