#Epilog

Aku adalah putri kabut pagi .
Aku berlari , menyanyi dan menari saat kabut tebal menyelimuti .
Tak seorang pun mendengar nyanyianku , menari bersamaku karena aku akan memudar saat kabut menghilang .
Suatu hari aku jatuh cinta kepada seorang pangeran yang berjalan sendirian di tengah tengah kabut yang melingkupiku .
Ia tersenyum kala mendapatiku menari dan menyanyi .
Katanya , ” kabut tak dapat menyembunyikan kecantikanmu , putri . Aku bersyukur kabut selalu melingkupimu , hingga tak ada tangan tangan jahil yang dapat mengotori keindahanmu ”

Pangeran itu lantas tertawa kecil melihatku tersipu malu atas ucapannya .
Sejak saat itu pangeran tak pernah absen mengunjungiku .
” Dinginnya pagi tak akan mampu memadamkan semangatku untuk memandangi keindahanmu ,Tuan Putri ”
Katanya buatku makin melambung .
Bahkan ketika kabut tak muncul, Pangeran akan tetap datang dan menunggu hingga siang menjelang .
Aku tak tega melihat pangeran menungguku dalam diam , maka aku memohon pada Dewa agar ia selalu menurunkan kabut setiap hari . Agar kami bisa menari , menyanyi ,dan beriringan satu sama lain .

Hingga beberapa hari Pangeran tak pernah datang , aku begitu cemas .
Apa yang terjadi pada Pangeran ?
Sehatkah ia ?
Apakah kerajaannya diserang ?
Apakah pangeran baik baik saja ?

Setiap hari aku berdoa agar Pangeran sehat dan bisa datang lagi .
Tanpa kehadiran pangeran rasanya aku begitu kesepian .
Kesepian, sebuah perasaan yang tak pernah kurasakan sebelumnya .
” Kau ini putri kabut pagi , kau menari dalam sunyi , menyanyikan alunan sepi .
Bagaimana bisa kau merasakan kesepian ? ” Tanya Dewa suatu hari .
Aku hanya tertunduk , tak mampu menjawab pertanyaan Dewa .
Tak berani bila Dewa tau Putri Kabut Pagi telah jatuh cinta pada Pangeran Manusia .
Tak berani dihakimi atas cinta yang terlarang .

Hingga pada suatu hari , di ujung pagi .
Pangeran muncul setelah sekian lama .
Aku berlari menyongsongnya dengan gembira .
Waktuku tak banyak , siang akan segera datang dan kabut akan memudar .
Langkahku terhenti , ketika di samping Pangeran berdiri seorang wanita dari dunia manusia . Menggamit lengan Pangeran mesra .
Hatiku hancur melihatnya .
Pangeran tampak begitu mengasihinya .
Aku tak mampu berkata kata lagi .
Sekarang aku tau mengapa Dewa melarangku untuk berhubungan dengan manusia .
Karena bagaimanapun , seorang anak manusia tak akan mungkin mengawini seorang wanita yang berbeda alam dengan mereka .
Pangeran itu telah bersanding dengan sejenisnya , hatiku hancur . Namun cahaya matahari menghalangiku untuk melangkah .
Kabut memudar perlahan , bersamaku .. Dan air mata yang mengalir di sela dedaunan .
Kabut menghilang dari tempat itu selamanya . Bersamaku .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s