Insomnia

Malam ini aku tak berencana untuk tidur . “Dia” juga tak ada rencana untuk tidur . Malam ini kami berdua sama sama terluka , sama sama sakit , dan sama sama menderita .
Entah berapa kali aku memuntahkan seluruh isi perut dalam sehari . Hingga kini perutku pun ngambek . Tak mau diisi . Tak lapar .
Tapi dia masih waras . Dia memiliki kesadaran tinggi bahwa untuk alasan kesehatan , kami harus makan . Tubuh ini harus makan .
Ada yang bilang , kalau cara terbaik untuk membuat hati lega adalah dengan cara menceritakan beban di hati kita pada orang yang kita percaya .
Damn it . Orang yang aku percaya berjarak ribuan kilometer dari tempatku berdiri . Dipisahkan selat yang membelah dua pulau .
Dan lagi , aku tak mungkin menceritakan beban yang menggerogoti separuh tubuhku padanya . Tidak , di waktu perjumpaan kami yang terlalu singkat . Waktu perjumpaan kami harus dihabiskan untuk bersenang senang .
Hitung2 akumulasi tawa yang selalu bersembunyi selama aku tidak bersama dia .
Dan lagi ,
Aku juga bingung hendak memulai darimana jika harus bercerita . Ia mungkin akan mendengarkan dengan sungguh sungguh dan memberi respon seperti yang aku harapkan . Tapi , ia tak akan benar benar mengerti .
Malam ini , aku tak berencana untuk tidur .
“Dia” juga tak berencana untuk tidur .
“Beban” itu membunuh kami pelan pelan .

Banjarmasin , 20 Maret 2013
05 months goes to ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s