#Curhat

Sore ini aku bertelepon dengan Rivo. Kami terlibat pembicaraan yang mengasyikan, sampai Rivo membuat kesimpulan

“disana kamu mungkin punya pekerjaan dan penghasilan yang bagus. Tapi baik hati dan pikiranmu sama sekali tidak bahagia kan? Kamu bahagia dan tertawa lepas saat sedang bersama kami. Kami senang melihatmu bahagia”

Aku terdiam. Khawatir, ucapan Rivo tepat mengenai sasaran.

Iklan

#PuzzleCeritaFiksi

Dan disinilah kita . Di sebuah restoran kecil yang terletak di jantung kota.

Kau menyantap sepotong daging terakhir di piringmu dan menatapku .
Hasratku menggebu gebu untuk menyentuh sepiring cordon bleu di hadapanku, sampai lima menit yang lalu.

Hingga pertanyaan itu terlontar dari mulutmu .
” Aku .. ” , kau langsung mendongakkan kepalamu begitu aku buka suara.

” Aku langsung menyetujui permintaanmu untuk memutuskan hubungan denganku , dua tahun yang lalu . Bukan karena aku tak memiliki cinta untukmu , atau aku meremehkan hubungan kita . Sebaliknya , kau adalah berkah yang diberikan oleh Tuhan ditengah tengah hidupku yang membosankan. Cintaku padamu dulu begitu besar ,Bahkan kaupun tak akan sanggup membayangkannya .
Alasanku mengiyakan permintaanmu untuk putus , adalah karena aku sangat mencintaimu hingga tak ingin membuatmu menderita dengan terus mempertahankan hubungan ini.

Kau tak pernah tahu betapa kala itu, aku sungguh ingin menghiba padamu untuk tak meninggalkan aku. Tapi aku tahu, bahwa bahkan jika kau setuju untuk tak meninggalkanku, itu hanyalah sebuah bom waktu yang akan menimbulkan ledakan lebih besar lagi nantinya .
Kau tak pernah tahu betapa hancurnya hatiku saat rencana kita untuk bersama yang sudah kita rancang dari jauh jauh hari ternyata gagal.

Dan betapa inginnya aku terbang saat itu juga ke kotamu saat kau bilang menginginkanku sebagai hadiah ulang tahunmu .
Jika kau menganggap bahwa aku tak pernah berjuang untuk mempertahankan hubungan kita , maka kau adalah lelaki yang buta sama sekali tentang arti cinta .
Ini , adalah apa yang kusebut dengan cinta . Ketika aku harus mengorbankan perasaanku sendiri dengan membiarkanmu bahagia. Tanpa aku .
Namun, aku tak pernah menyesal. Karena aku tahu bahwa rencana Tuhan lebih indah. Ia tak akan membawaku sejauh ini hanya untuk meninggalkanku di tengah cerita bukan ?
Kau , adalah lelaki pertama yang membuatku mengerti arti cinta yang tulus di usiaku yang belia .
Kau , adalah lelaki yang telah mengubahku menjadi pribadi yang lebih baik .
Kau adalah lelaki yang telah mengajarkanku banyak pelajaran hidup.

Kau , adalah lelaki yang pernah kucintai dengan segenap hati .
Namun kini , cinta itu bukan milikmu lagi. Pengharapanku padamu telah lama musnah .
Dan aku … Minta maaf . Aku tak bisa kembali padamu untuk menyempurnakan hubungan kita yang dulu .
Aku tahu , bahwa cinta yang kumiliki sekarang adalah cinta yang tidak semestinya .
Namun aku tak mau membohongi diriku sendiri . Dan dirimu .
Dengan menjalankan apa yang kausebut ‘menyempurnakan hubungan kita ‘ ” ,
Aku lantas menatap sayu wajahmu , berharap kau akan mengerti . Agak lama kau terdiam , lantas kau mengusap lembut kepalaku
” Aku mengerti, Seruni.. Aku mengenalmu dengan baik . Kau memiliki hati yang kuat , kebodohanku adalah menyiakanmu saat aku masih memegang hatimu. Kau tak perlu cemas , kita masih tetap berteman .
Aku akan selalu jadi sahabatmu .. ” , ujarmu lembut .
Akupun tersenyum lega . Segelas air dingin yang kini telah mengembun mengaliri kerongkonganku pelan pelan …

Ya, aku telah mengucapkan salah satu kebohongan dalam hidupku yang penuh kepalsuan.

Lagi.

Merindu Mimpi

Semalam aku mimpi . Nggak bisa dibilang mimpi indah sih , tapi bukan mimpi buruk juga .
Jadi beberapa hari ini kan aku tiba tiba jadi kangen banget sama dua lelaki di foto itu .
Eh , semalam aku mimpi dong .
Jadi mimpinya gini ,
Entah kenapa , Carlo tiba tiba berubah . Aku yang peka dengan perubahan Carlo menanyakan kenapa dia jadi berubah dan tiba tiba pendiam . Terus Carlo tiba tiba narik aku ke sebuah kamar ber AC yang dingin , dia nunjukin aku sebuah cermin bundar kecil dengan case warna hijau muda . Aku inget , cermin itu buram banget . Carlo nggak ada berkata sepatah kata pun . Tapi tiba tiba kami sudah berada di sebuah ruang kelas yang gelap , satu satunya cahaya cuma berasal dari Cahaya bulan aja . Dan di ruang kelas itu sudah ada rivo . (Padahal sebelumnya Rivo gag ada )
Terus kami duduk di bagian tengah kelas . Aku duduk sebangku carlo sedang rivo di depan kami .
Cermin itu kami taruh di tengah . Tapi tiba tiba aku merasa ada sesuatu di belakang , dan aku menoleh . Bener aja , sekalinya ada bayangan hitam yang berkelebatan di belakang Carlo .
Aku langsung inisiatif untuk menarik mereka bertiga untuk pindah di meja paling ujung ,karena kalau dari situ kami bisa mengawasi seluruh penjuru kelas .
Kami pun duduk sebangku , dengan aku di tengah .
Entah siapa yang membawa , cermin itu sudah ada di depan kami .
Angin tiba tiba bertiup sangat kencang , dan cermin itu berputar dengan cepat .
Aku , carlo , dan rivo berpegangan tangan sangat erat . Apapun yang akan terjadi ,kami sudah siap .
Nah , pada saat kami berpegangan tangan itu , ada perasaan hangat dan damai .
Aku ngerasa seperti punya kekuatan lebih .
Seandainya .. Aku bisa berada terus dekat sama mereka .
Mungkin aku akan jadi gadis paling kuat dan gag akan serapuh ini . Gasp .
Lanjut , jadi kami berpegangan tangan sangat erat .
Dan tiba tiba hantu hantu bermunculan . Kami lawan hantu hantu itu sekuat tenaga .
Kami menendang ke segala arah .
Tapi aku ngerasa ada yang aneh , kok hantunya kecil2 ? Kok hantunya … Imut ?
Ternyata mereka semua hantu baik , aku langsung menghela napas lega . Malah jadi merasa bersalah dengan hantu hantu yang kutendangi tadi .
Kamipun akhirnya bercanda dan bermain dengan hantu hantu itu .
Namun , waktu aku lihat ke carlo dia sedang menatap ke arah jendela . Sepertinya bosan ? Entahlah .
Aku tidak sempat bertanya karena tiba tiba aku sudah bangun …..

In the middle of nowhere

Aku lagi di siring . Ya , malam malam begini .
Masih menyeruput pelan pelan sebotol tebs . Dan memandang hamparan sungai di depan mata dengan perasaan gag tentu .
Rasanya stuck .
Seperti berada di in the middle of nowhere .
Dont know what to do ,where to go.

Menghabiskan waktu untuk merenung.
Aku bingung, bagaimana manusia bisa selemah itu .
Bisa berbunga bunga dan mendadak sekarat dalam tempo waktu yang relatif singkat .
Kalau tubuh punya antibodi untuk melindungi diri dari serangan virus ,kenapa hati nggak dilengkapi dengan antibodi juga ?

Banyak orang yang merasa kalau hatinya sudah mati rasa , tapi ternyata tetap saja masih bisa sakit dan sakit .
Geez .. Seperti lampu lampu yang berjejer di sepanjang siring . Yang menjadi penerang alih alih hiasan semata .
Aku berharap ada lampu juga in the middle of nowhere ini . Biar aku bisa menemukan jalan keluar dan bebas .