In the middle of nowhere

Aku lagi di siring . Ya , malam malam begini .
Masih menyeruput pelan pelan sebotol tebs . Dan memandang hamparan sungai di depan mata dengan perasaan gag tentu .
Rasanya stuck .
Seperti berada di in the middle of nowhere .
Dont know what to do ,where to go .
Rasanya pusing dan kaya kehilangan tujuan hidup .
Aku bingung , bagaimana manusia bisa selemah ini .
Bisa berbunga bunga dan mendadak sekarat dalam tempo waktu yang relatif singkat .
Kalau tubuh punya antibodi untuk melindungi diri dari serangan virus ,kenapa hati nggak dilengkapi dengan antibodi juga ?
Minimal rasanya nggak sesakit ini .
Carolina bilang kalau hati ini sudah mati rasa , tapi ternyata tetap saja masih bisa sakit dan sakit .
Geez .. Seperti lampu lampu yang berjejer di sepanjang siring . Yang menjadi penerang alih alih hiasan semata .
Aku berharap ada lampu juga in the middle of nowhere ini . Biar aku bisa menemukan jalan keluar dan bebas .
Dan aku masih memegang alih atas tubuh ini , setidaknya sampai besok pagi . Biar aku bisa berbagi sakit dengan yang lain .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s