#Epilog

Dan disinilah kita . Di sebuah restoran kecil yang terletak di jantung kota .
Kau menyantap sepotong daging terakhir di piringmu dan menatapku .
Hasratku menggebu gebu untuk menyentuh sepiring cordon bleu di hadapanku , sampai lima menit yang lalu . Hingga pertanyaan itu terlontar dari mulutmu .
” Aku .. ” , kau langsung mendongakkan kepalamu begitu aku buka suara .
” Aku langsung menyetujui permintaanmu untuk memutuskan hubungan denganku , dua tahun yang lalu . Bukan karena aku tak memiliki cinta untukmu , atau aku meremehkan hubungan kita . Sebaliknya , kau adalah berkah yang diberikan oleh Tuhan ditengah tengah hidupku yang membosankan . Cintaku padamu dulu begitu besar ,Bahkan kaupun tak akan sanggup membayangkannya .
Alasanku mengiyakan permintaanmu untuk putus , adalah karena aku sangat mencintaimu hingga tak ingin membuatmu menderita dengan terus mempertahankan hubungan ini .
Kau tak pernah tahu betapa kala itu , aku sungguh ingin menghiba padamu untuk tak meninggalkan aku . Tapi aku tahu , bahwa bahkan jika kau setuju untuk tak meninggalkanku , itu hanyalah sebuah bom waktu yang akan menimbulkan ledakan lebih besar lagi nantinya .
Kau tak pernah tahu betapa hancurnya hatiku saat rencana kita untuk bertemu yang sudah kita rancang dari jauh jauh hari ternyata gagal . Dan betapa inginnya aku terbang ke kotamu saat kau bilang menginginkanku sebagai hadiah ulang tahunmu .
Jika kau menganggap bahwa aku tak pernah berjuang untuk mempertahankan hubungan kita , maka kau adalah lelaki yang buta sama sekali tentang arti cinta .
Ini , adalah apa yang kusebut dengan cinta . Ketika aku harus mengorbankan perasaanku sendiri dengan membiarkanmu bahagia . Tanpa aku .
Namun , aku tak pernah menyesal . Karena aku tahu bahwa rencana Tuhan lebih indah . Ia tak akan membawaku sejauh ini hanya untuk meninggalkanku di tengah cerita bukan ?
Kau , adalah lelaki pertama yang membuatku mengerti arti cinta yang tulus di usiaku yang belia .
Kau , adalah lelaki yang telah mengubahku menjadi pribadi yang lebih baik .
Kau adalah lelaki yang telah mengajarkanku segalanya , meski kontak kita hanya sebatas ponsel .
Kau , adalah lelaki yang pernah kucintai dengan segenap hati .
Namun kini , cinta itu bukan milikmu lagi . Pengharapanku padamu telah lama musnah .
Dan aku … Minta maaf . Aku tak bisa kembali padamu untuk menyempurnakan hubungan kita yang dulu .
Aku tahu , bahwa cinta yang kumiliki sekarang adalah cinta yang tidak semestinya .
Namun aku tak mau membohongi diriku sendiri . Dan dirimu .
Dengan menjalankan apa yang kausebut ‘menyempurnakan hubungan kita ‘ ” ,
Aku lantas menatap sayu wajahmu , berharap kau akan mengerti . Agak lama kau terdiam , lantas kau mengusap lembut kepalaku
” Aku mengerti , Rose .. Aku mengenalmu dengan baik . Kau memiliki hati yang kuat , kebodohanku adalah menyiakanmu saat aku masih memegang hatimu . Kau tak perlu cemas , kita masih tetap berteman .
Aku akan selalu jadi sahabatmu .. ” , ujarmu lembut .
Akupun tersenyum lega . Segelas air dingin yang kini telah mengembun mengaliri kerongkonganku pelan pelan …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s