Diary

Ada sebuah quote dari alm ustad Jeffry Al Buchory sebelum beliau meninggal . Tentang titik jenuh .

” Pada akhirnya semua akan menemukan yang namanya titik jenuh.

Pada saat itu kembali adalah yang terbaik . Kembali kepada siapa ? Kepada DIA pastinya.

Bismika Allohumma ahya wa amuut ”

Saya setuju dengan Uje . Saat ini pun saya berada dalam sebuah lingkaran titik jenuh .

Jenuh akan kehidupan dan rutinitas sehari hari yang saya jalani saat ini . Jenuh dengan segalanya .

Bahkan semangat untuk membuka mata di pagi haripun tak ada.
Karena tahu bahwa akan menjalani hari yang sama , dengan rasa sakit yang sama, segala tanggal di kalender berlalu dengan step yang sama.
Satu satunya alasan bertahan hidup hanyalah IMAN .

Titik jenuh ini menyiksa saya , namun saya masih belum ingin kembali pada DIA. Tidak dengan kualitas iman yang seperti ini .

Tapi saya pun tak punya tempat untuk melangkah mundur . Anggaplah saya ini sedang berjalan di sebuah ladang yang luas. Namun , setiap kali saya melangkah , setiap jengkal ladang yang saya pijak dilahap oleh api. Kira kira seperti itu gambarannya .

Satu satunya jalan , hanyalah melangkah maju .

Tak jarang saya pun merasakan ledakan kekesalan di dada saya ketika apa yang saya berikan tak pernah sebanding dengan apa yang saya dapat.

Tapi IMAN dan HARAPAN selalu menjadi penyemangat tiap saya ingin berhenti berjalan.

Iklan