Diary

Ada sebuah quote dari alm ustad Jeffry Al Buchory sebelum beliau meninggal . Tentang titik jenuh .

” Pada akhirnya semua akan menemukan yang namanya titik jenuh . Pada saat itu kembali adalah yang terbaik . Kembali kepada siapa ? Kepada DIA pastinya .Bismika Allohumma ahya wa amuut “

Saya setuju dengan Uje . Saat ini pun saya berada dalam sebuah lingkaran titik jenuh .

Jenuh akan kehidupan dan rutinitas sehari hari yang saya jalani saat ini . Jenuh dengan segalanya .

Bahkan semangat untuk membuka mata di pagi haripun tak ada . Krena tahu bahwa akan menjalani hari yang sama , dengan rasa sakit yang sama , segala tanggal di kalender berlalu dengan step yang sama .Satu satunya alasan bertahan hidup hanyalah IMAN .

Titik jenuh ini menyiksa saya , namun saya masih belum ingin kembali pada DIA .Tidak dengan kualitas iman yang seperti ini .

Tapi saya pun tak punya tempat untuk melangkah mundur . Anggaplah saya ini sedang berjalan di sebuah ladang yang luas . Namun , setiap kali saya melangkah , setiap jengkal ladang yang saya pijak dilahap oleh api . Kira kira seperti itu gambarannya .

Satu satunya jalan , hanyalah melangkah maju .

Saya pun merasakan ledakan kekesalan di dada saya ketika apa yang saya berikan tak pernah sebanding dengan apa yang saya dapat . Baik dalam pekerjaan , maupun soal cinta .

Untuk soal pekerjaan , saya masih bisa mengatasinya dengan mencari pekerjaan di perusahaan yang bisa menghargai dan mendevelop karir saya , lantas mengakhiri kontrak dengan perusahaan yang lama .

Namun hal serupa ternyata gagal saya terapkan dalam masalah cinta . Harapan saya akan Senja sudah lama musnah dilahap oleh titik jenuh itu sendiri .

Namun , permintaan untuk mengakhiri hubungan itu sendiri tak pernah sekalipun dikonfirmasi walaupun saya memintanya hampir setiap hari .

Cinta ini memang masih utuh , namun harapan dan semangat untuk mempertahankan cinta itu sudah kandas .

Saya tahu bahwa cepat atau lambat , waktu dan jarak akan memisahkan saya dengan Senja .

Akan tetapi , saya tak mau merasakan sakit itu belakangan .

Tapi rasanya , mau tak mau , rasa sakit itu akan tetap saya rasakan sekarang dan nanti .

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s