#Curhat

Sore ini , aku mendapatkan sebuah pelajaran dari seorang Pak Hamid.

Driver GM yang juga incharge sebagai Bell Driver .
Jika masih hidup ,Pak Hamid mungkin seumuran papa , beliau adalah staff paling tua di hotel ini .
Sore ini kami saling bertukar cerita di ruanganku, aku mengungkapkan bahwa aku akan resign per tanggal tiga Juli nanti.

Kulihat mata Pak Hamid berkaca kaca, beliau memang orang tua paling sensitif yang pernah kukenal . Pemandangan serupa pernah kutemui saat kami mendengar Hotel Manager kami yang terdahulu akan mengajukan resign.

Ia lantas bercerita tentang masa masa pre opening dulu , masa masa yang menyenangkan . Masa masa yang penuh perjuangan.

Aku tersenyum dipaksakan , dihotel ini mungkin yang masih terjebak dengan masa lalu hanya aku dan Pak Hamid saja .
Tak bisa dipungkiri bahwa aku pun sering terkenang akan masa masa pre opening dulu , masa masa dimana berangkat kerja seperti akan berangkat ke Taman Ria .
Pak Hamid lantas mendoakanku , mendoakan kemajuan karirku , mendoakan jodoh , dan kehidupan yang lebih baik bagiku . Aku sangat terharu .
Sejak dulu , aku selalu beranggapan bahwa hadiah terbaik yang bisa kita berikan pada sesorang adalah Doa yang tulus dari dalam hati .

Karena lebih mudah menemukan seseorang yang bisa memberikan dan membelikan apapun yang kita inginkan , daripada seseorang yang sanggup mendoakan kita dengan hati yang tulus , tanpa tedeng aling aling .

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s